Berakar pada identitas Indonesia. Dibangun melalui pembuktian.
Jalaranu mengembangkan datacenter bawah danau dan memandang danau Indonesia sebagai aset strategis nasional yang harus dipahami sebelum dimanfaatkan. Ambisi itu kami terjemahkan menjadi proses yang terukur: pertanyaan dan metode dipublikasikan di awal, dan temuan dibagikan bersama bukti serta batasannya begitu disetujui untuk dirilis. Pengembangan berjalan bertahap, dan kami menyatakan secara jujur apa yang sudah terbukti, apa yang belum terbukti, serta apa yang masih belum kami ketahui.
Menjaga yang kritikal, mengungkap yang tersembunyi.
Membangun dan menguji pusat data modular bawah danau untuk melindungi data strategis dan menjaga kesinambungan layanan kritikal Indonesia. Menghidupkan semangat open source melalui pengembangan yang terbuka, transparan, dan kolaboratif. Kami berbagi kode, metode, serta temuan beserta batasnya, dan mempertemukan peneliti, insinyur, negara, serta masyarakat dalam tanggung jawab bersama.
Menjadikan danau mitra ilmu pengetahuan, bukan sekadar tempat infrastruktur: mengembangkan sensor, pemantauan berkelanjutan, dan ekspedisi ilmiah untuk mempercepat riset limnologi murni tentang flora, fauna, kandungan air, serta arsip geologis Nusantara. Setiap langkah menghormati kehidupan danau dan masyarakat yang bergantung padanya.
Kedaulatan digital, lahir dari tanah air.
Terwujudnya Indonesia yang berdaulat atas datanya, dengan infrastruktur digital yang menyatu dengan geografi Nusantara, menjaga pengetahuan di bawah air sekaligus membuka cakrawala penemuan.
Danau-danau tetap lestari, rahasianya semakin dipahami, dan ilmuwannya memiliki sarana untuk menjelajah lebih jauh. Jalaranu tumbuh bertahap menjadi sumbangan Indonesia bagi peta komputasi dunia: teknologi yang lahir dari pemahaman atas tanah airnya sendiri.
Kemajuan itu mengabdi pada amanat UUD 1945: bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat; pengetahuan yang tumbuh darinya turut mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pengetahuan yang dijaga.
Nama Jalaranu menggabungkan “jala”, yang dimaknai sebagai air dalam penamaan brand ini, dan “ranu”, danau. Identitasnya mengambil inspirasi visual dari warisan Jawa.
Sosok dewi penjaga menyangga bentuk datacenter di bawah gelombang air. Simbol ini menyampaikan tanggung jawab untuk menjaga pengetahuan dan infrastruktur yang menopangnya.
Makna tersebut diterjemahkan dalam cara proyek dikembangkan: pertanyaan yang jelas, pengujian yang terarah, dan komunikasi yang jujur tentang hasil serta keterbatasannya.
Prinsip pengembangan
Bukti sebelum skala
Keputusan pengembangan mengikuti hasil evaluasi.
Tanggung jawab sepanjang umur fasilitas
Perencanaan mencakup pemasangan, operasi, pemulihan, serta akhir masa pakai.
Kolaborasi dengan peran yang jelas
Kontribusi, antarmuka, dan tanggung jawab disepakati sejak awal.
Keterbukaan yang proporsional
Informasi publik menjelaskan dasar proyek; pembahasan terperinci mengikuti kebutuhan dan kewenangan akses.
Riset yang dipublikasikan
Dasar rekayasa, model ancaman, penyaringan termal, dan perbandingan biaya di balik proyek ini terdokumentasi dalam paper terbuka. Unduh langsung dari halaman ini.
[1] N. Halim and A. R. Wahid, “JALARANU: An Underlake Data Center Framework for Intelligence Infrastructure and Indonesian National Resilience”, Oct. 2026, doi: 10.5281/zenodo.23242207.
Tim dan organisasi
Jalaranu dibangun oleh insan-insan yang berdedikasi dan percaya bahwa infrastruktur Indonesia harus dibangun di atas bukti terukur, bukan asumsi: para insinyur, praktisi keamanan, dan ahli strategi yang mempublikasikan pertanyaan dan metode proyek, serta berbagi temuan yang disetujui untuk dirilis. Pekerjaan ini ditata melalui tiga mitra dengan peran yang saling melengkapi: COCONUT Computer Club mengerjakan rekayasa, PERKAMINDO bertanggung jawab atas keamanan informasi, dan PT Lontar Riset Indonesia bertanggung jawab atas strategi dan bisnis. Kolaborasi tetap terbuka bagi pihak lain yang memiliki standar yang sama dengan proyek ini.